Sumur Zamzam, Mukjizat, Fakta Sejarah dan Khasiatnya
dakwatuna.com
– Siapa yang tidak mengenal sumur Zamzam? Seluruh umat Islam pasti
mengenalnya, apalagi ketika mereka pernah masuk ke Masjidil haram di
Mekah. Bagi yang tidak atau belum pernah masuk ke Masjidil haram, sumur
Zamzam dapat dikenal dari buku-buku agama. Secara saintifik, sumur
Zamzam dapat ditelaan dan dipelajari. Ilmu yang mempelajari masalah ini
dalam cabang ilmu geologi disebut dengan hydrogeologi.
Sedikit cerita sebelum kelahiran Nabi Muhammad,
diawali dengan kisah Istri dari Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang mencari
air untuk anaknya yang cerita. Sumur ini kemudian tidak banyak atau
bahkan tidak ada ceritanya, sehingga sumur ini dikabarkan hilang.
Sumur Zamzam yang sekarang ini kita lihat adalah
sumur yang digali oleh Abdul Muthalib kakeknya Nabi Muhammad. Sehingga
saat ini, dari “ilmu persumuran” maka sumur Zamzam termasuk kategori sumur gali (Dug Water Well).
Dimensi dan Profil Sumur Zamzam
Bentuk sumur Zamzam dapat dilihat di bawah ini.
Mata air zamzam
Di bawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m) lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zamzam.
Kedalaman 17 meter ke bawah selanjutnya, sumur ini
menembus lapisan batuan keras yang berupa batuan beku Diorit. Batuan
beku jenis ini (Diorit) memang agak jarang dijumpai di Indonesia atau di
Jawa, tetapi sangat banyak dijumpai di Jazirah Arab. Pada bagian atas
batuan ini dijumpai rekahan-rekahan yang juga memiliki kandungan air.
Dulu ada yang menduga retakan ini menuju laut Merah. Tetapi tidak ada
(barangkali saja saya belum menemukan) laporan geologi yang menunjukkan
hal itu.
Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air
sebesar 11 – 18.5 liter/detik, hingga permenit dapat mencapai 660
liter/menit atau 40 000 liter per jam. Celah-celah atau rekahan ini
salah satu yang mengeluarkan air cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang
memanjang ke arah hajar Aswad dengan panjang 75 cm dengan ketinggian 30
cm, juga beberapa celah kecil kearah Shaffa dan Marwa.
Keterangan geometris lainnya, celah sumur di bawah tempat thawaf 1.56
m, kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari bibir
sumur = 4 m, kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur
17 m, dan diameter sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter. Air Hujan Sebagai Sumber Berkah
Sumur ini secara hydrologi hanyalah sumur biasa
sehingga sangat memerlukan perawatan. Perawatan sumur ini termasuk
menjaga kualitas higienis air dan lingkungan sumur serta menjaga pasokan
air supaya mampu memenuhi kebutuhan para jamaah di Makkah. Pembukaan
lahan untuk pemukiman di seputar Makkah sangat ditata rapi untuk
menghindari berkurangnya kapasitas sumur ini.
Sumur Zamzam ini, sekali lagi dalam pandangan
(ilmiah) hidrogeologi , hanyalah seperti sumur gali biasa. Tidak terlalu
istimewa dibanding sumur-sumur gali lainnya. Namun karena sumur ini
bermakna religi, maka perlu dijaga. Banyak yang menaruh harapan pada air
sumur ini karena sumur ini dipercaya membawa berkah. Ada yang
menyatakan sumur ini juga bisa kering kalau tidak dijaga. Bahkan kalau
kita tahu kisahnya sumur ini diketemukan kembali oleh Abdul Muthalib
(kakeknya Nabi Muhammad SAW) setelah hilang terkubur 4000 tahun (?).
Dahulu di atas sumur ini terdapat sebuah bangunan
dengan luas 8.3 m x 10.7 m = 88.8 m2. Antara tahun 1381-1388 H bangunan
ini ditiadakan untuk memperluas tempat thawaf. Sehingga tempat untuk
meminum air zamzam dipindahkan ke ruang bawah tanah. Di bawah tanah ini
disediakan tempat minum air Zamzam dengan sejumlah 350 kran air (220
kran untuk laki-laki dan 130 kran untuk perempuan), ruang masuk laki
perempuan-pun dipisahkan.
Monitoring dan pemeliharaan sumur Zamzam saat ini (inet)
Sekarang ini ruang bawah tanah tersebut juga sudah
ditutup untuk memberikan keluasan bagi jamaah haji dan umrah yang akan
thawaf, shalat atau berdoa. Tetapi kalau Anda jeli, ketika Thawaf, kita
masih dapat lihat tanda dimana sumur itu berada. Sumur itu terletak
kira-kira 20 meter sebelah timur dari Ka’bah.
Monitoring dan Pemeliharaan Sumur Zamzam
Jumlah jamaah ke Makkah tiga puluh tahun lalu hanya 400 000 pertahun (di tahun 1970-an), terus meningkat menjadi lebih dari sejuta jamaah pertahun di tahun 1990-an, Dan saat ini sudah lebih dari 2.2 juta. Tentunya diperlukan pemeliharaan sumur ini yang merupakan salah satu keajaiban dan daya tarik tersendiri bagi jamaah haji.
Pemerintah Saudi tentunya tidak dapat diam pasrah
saja membiarkan sumur ini dipelihara oleh Allah melalui proses alamiah.
Namun pemerintah Arab Saudi yang sudah modern saat ini secara ilmiah dan
saintifik membentuk sebuah badan khusus yang mengurusi sumur Zamzam
ini. Sepertinya memang Arab Saudi juga bukan sekadar percaya saja dengan
menyerahkan ke Allah sebagai penjaga, namun justru sangat meyakini
manusialah yang harus memelihara berkah sumur ini.
Badan Riset sumur Zamzam yang berada di bawah SGS (Saudi Geological Survey) bertugas untuk:
-
Memonitor dan memelihara untuk menjaga jangan sampai sumur ini kering.
-
Menjaga urban di sekitar Wadi Ibrahim karena mempengaruhi pengisian air.
-
Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area).
-
Memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui bangunan kontrol.
-
Meng-upgrade pompa dan tangki-tangki penadah.
-
Mengoptimasi supplai dan distribusi air Zamzam.
Perkembangan Perawatan Sumur Zamzam.
Dahulu kala, zamzam diambil dengan gayung atau timba, namun kemudian dibangunlah pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air, dan di antaranya juga ke kran-kran yang ada di sekitar sumur zamzam.
Uji pompa (pumping test) telah dilakukan pada sumur
ini, pada pemompaan 8000 liters/detik selama lebih dari 24 jam
memperlihatkan permukaan air sumur dari 3.23 meters dibawah permukaan
menjadi 12.72 meters dan kemudian hingga 13.39 meters. Setelah itu
pemompaan dihentikan permukaan air ini kembali ke 3.9 meters di bawah
permukaan sumur hanya dalam waktu 11 menit setelah pompa dihentikan.
Sehingga dipercaya dengan mudah bahwa akifer yang mensuplai air ini
berasal dari beberapa celah (rekahan) pada perbukitan di sekitar Makkah.
Banyak hal yang sudah dikerjakan pemerintah Saudi
untuk memelihara Sumur ini antara lain dengan membentuk badan khusus
pada tahun 1415 H (1994). dan saat ini telah membangun saluran untuk
menyalurkan air Zamzam ke tangki penampungan yang berkapasitas 15.000
m3, bersambung dengan tangki lain di bagian atas Masjidil Haram guna
melayani para pejalan kaki dan musafir. Selain itu air Zamzam juga
diangkut ke tempat-tempat lain menggunakan truk tangki di antaranya ke
Masjidil Nabawi di Madinah Al-Munawarrah.
Saat ini sumur ini dilengkapi juga dengan pompa
listrik yang tertanam di bawah (electric submersible pump). Kita hanya
dapat melihat foto-fotonya saja seperti di atas. Di sebelah kanan ini
adalah drum hidrograf, alat perekaman-perekaman ketinggian muka air
sumur Zamzam (Old style drum hydrograph used for recording levels in the
Zamzam Well).
Kandungan Mineral
Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam in memang unik mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Elemen-elemen kimiawi yang terkandung dalam air Zamzam dapat dikelompokkan menjadiYang pertama, positive ions seperti misal sodium (250 mg per liter), calcium (200 mg per liter), potassium (20 mg per liter), dan magnesium (50 mg per liter).
Kedua, negative ions misalnya sulphur (372 mg per liter), bicarbonates (366 mg per liter), nitrat (273 mg per liter), phosphat (0.25 mg per liter) and ammonia (6 mg per liter).
Molekul Air Zamzam
Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi inilah yang
menjadikan rasa dari air Zamzam sangat khas dan dipercaya dapat
memberikan khasiat khusus. Air yang sudah siap saji yang bertebaran di
sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah merupakan air yang
sudah diproses sehingga sangat aman dan segar diminum, ada yang sudah
didinginkan dan ada yang sejuk (hangat). Namun konon prosesnya
higienisasi ini tidak menggunakan proses kimiawi untuk menghindari
perubahan rasa dan kandungan air ini.
Pada tahun 1971, seorang doktor dari negeri Mesir
mengatakan kepada Press Eropa bahwa air Zamzam itu tidak sehat untuk
diminum. Asumsinya didasarkan bahwa kota Mekah itu ada di bawah garis
permukaan laut. Air Zamzam itu berasal dari air sisa buangan penduduk
kota Mekah yang meresap, kemudian mengendap terbawa bersama-sama air
hujan dan keluar dari sumur Zamzam. Masya Allah.
Tentu saja ini merupakan prasangka buruk yang
merugikan dunia Islam. Berita ini sampai ke telinga Raja Faisal yang
amat marah mendengarnya. Beliau lalu memerintahkan Menteri Pertanian dan
Sumber Air untuk menyelidiki masalah ini, dan mengirimkan sampel air
Zamzam ke Laboratorium-laboratorium di Eropa untuk dites.
Thariq Hussain, insinyur kimia yang bekerja
di Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum, di Kota Jedah, mendapat
tugas menyelidikinya. Pada saat memulai tugasnya, Thariq belum punya
gambaran, bagaimana sumur Zamzam bisa menyimpan air yang begitu banyak
seperti tak ada batasnya.
Hanya Sumur kecil
Ketika sampai di dalam sumur, Thariq amat tercengang
ketika menyaksikan bahwa ukuran “kolam” sumur itu hanya 18 x 14 feet
saja (Kira-kira 5 x 4 meter). Tak terbayang, bagaimana caranya sumur
sekecil ini bisa mengeluarkan jutaan galon air setiap musim hajinya. Dan
itu berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu, sejak zaman Nabi Ibrahim
AS.
Tariq mulai mengukur kedalaman air sumur. Dia minta
asistennya masuk ke dalam air. Ternyata air sumur itu hanya mencapai
sedikit di atas bahu pembantunya yang tinggi tubuhnya 5 feet 8 inci.
Lalu dia menyuruh asistennya untuk memeriksa, apakah mungkin ada cerukan
atau saluran pipa di dalamnya. Setelah berpindah dari satu tempat ke
tempat lainnya, ternyata tak ditemukan apapun!.
Dia berpikir, mungkin saja air sumur ini disupply
dari luar melalui saluran pompa berkekuatan besar. Bila seperti itu
kejadian nya, maka dia bisa melihat turun-naiknya permukaan air secara
tiba-tiba. Tetapi dugaan ini pun tak terbukti. Tak ditemukan gerakan air
yang mencurigakan, juga tak ditemukan ada alat yang bisa mendatangkan
air dalam jumlah besar.
Selanjutnya Dia minta asistennya masuk lagi ke dalam
sumur. Lalu menyuruh berdiri, dan diam ditempat sambil mengamati
sekelilingnya. Perhatikan dengan sangat cermat, dan laporkan apa yang
terjadi, sekecil apapun. Setelah melakukan proses ini dengan cermat,
asistennya tiba-tiba mengacungkan kedua tanganya sambil berteriak: “Alhamdulillah, Saya temukan dia! Pasir halus menari-nari di bawah telapak kakiku. Dan air itu keluar dari dasar sumur”.
Lalu asistennya diminta berputar mengelilingi sumur
ketika tiba saat pemompaan air (untuk dialirkan ke tempat
pendistribusian air) berlangsung. Dia merasakan bahwa air yang keluar
dari dasar sumur sama besarnya seperti sebelum periode pemompaan. Dan
aliran air yang keluar, besarnya sama di setiap titik, di semua area.
Ini menyebabkan permukaan sumur itu relatif stabil, tak ada guncangan
yang besar.
Seusai pengamatan itu, Thariq mengirimkan sampel air
ke beberapa laboratorium di Eropa dan sebagian ke laboratorium di Saudi.
Dan sebelum meninggalkan Kakbah, dia berpesan kepada petugas di Mekah
untuk menyelidiki keadaan sumur lainnya di sekitar Kakbah.
Sesampainya di kantornya di Kota Jeddah, dia mendapat
laporan bahwa sumur-sumur lain di sekitar Mekah dalam keadaan kering.
Jadi hanya sumur Zamzam yang penuh air. Subhanallahu, jika Allah
menghendaki, apapun bisa terjadi.
Mengandung Zat Anti Kuman
Hasil penelitian sampel air di Eropa dan Saudi Arabia
menunjukkan bahwa Zamzam mengandung zat fluorida yang punya daya
efektif membunuh kuman, layaknya seperti sudah mengandung obat. Lalu
perbedaan air Zamzam dibandingkan dengan air sumur lain di kota Mekah
dan Arab sekitarnya adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam
magnesium. Kandungan kedua mineral itu sedikit lebih banyak pada air
zamzam.
Itu mungkin sebabnya air zamzam membuat efek
menyegarkan bagi jamaah yang kelelahan. Tambahan lagi, hasil
laboratorium Eropa menunjukkan bahwa zamzam layak untuk diminum, sehat
untuk diminum. Ini otomatis menjawab prasangka buruk doktor di awal
tulisan tadi.
Keistimewaan lain, komposisi dan rasa kandungan
garamnya selalu stabil, selalu sama dari sejak terbentuknya sumur ini.
“Rasanya” selalu terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang
selalu datang tiap tahun. Tak pernah ada yang complain. Dan Air zamzam
ini tak pernah dicampur bahan kimia apapun seperti layaknya air PAM
kita. Murni air sehat.
Satu kehebatan lagi, sumur air zamzam tak pernah
ditumbuhi lumut, padahal di seluruh dunia sumur itu selalu ditumbuhi
lumut dan tumbuhan mikro organisme.
Bisa Menyembuhkan Penyakit
Diriwayatkan dalam kitab Shahih Muslim bahwa Nabi
bertanya kepada Abu Dzarr, yang telah tinggal selama 30 hari siang malam
di sekitar Kakbah tanpa makan-minum, selain Zamzam. “Siapa yang telah memberimu makan?” Jawab Abu Dzarr, “Saya tidak punya apa-apa kecuali air Zamzam ini, tapi saya bisa gemuk dengan adanya gumpalan lemak di perutku” Abu Dzarr menjelaskan, “Saya juga tidak merasa lelah atau lemah karena lapar, dan tak menjadi kurus”. Tambah Abu Dzarr. Lalu Nabi saw menjelaskan: ”Sesungguhnya, Zamzam ini air yang sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandung gizi”.
Rasulullah saw pernah mengambil air zamzam dalam
sebuah kendi dan tempat air dari kulit, kemudian membawanya kembali ke
Madinah. Air zamzam itu digunakan Rasulullah saw untuk memerciki orang
sakit dan kemudian disuruh meminumnya. Itu sebabnya saat ini banyak
jamaah yang membawa air zamzam untuk diberikan kepada famili dan
kerabatnya di Tanah air.
Yusria Abdel-Rahman Haraz dari negeri Arab,
mengatakan bahwa ia terserang penyakit “bisul” di matanya. Sakitnya
bukan main, tak bisa disembuhkan dengan obat. Dia hampir mendekati buta.
Seorang dokter terkenal menasehati dia untuk diinjeksi dengan obat
khusus, yang mungkin bisa menyembuhkan sakitnya. Tapi ternyata ada efek
sampingan yang bisa membuat dia buta selamanya.
Yusria sangat yakin akan kemurahan Allah. Dia lalu
pergi melaksanakan umrah dan memohon kepada Allah menyembuhkan
penyakitnya. Di Baitullah dia melakukan thawaf, yang saat itu tak
terlalu padat dengan manusia. Dia lalu bisa tinggal lebih lama di lokasi
air zamzam. Dia manfaatkan untuk terus membasuh kedua matanya yang
sakit. Ketika dia kembali ke hotel, aneh, kedua matanya yang sakit
menjadi sembuh, dan bisulnya berangsur hilang.
Kejadian ini membuktikan ucapan Rasulullah saw di
atas: Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika
meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu,
maka Allah menyembuhkannya.
Demikianlah beberapa khasiat air Zamzam.
Manfaatkanlah sebaik-baiknya keistimewaan Zamzam ini ketika kita
meminumnya di Mekah waktu ziarah nanti, atau ketika kita dihadiahi
kerabat, teman kita, yang baru pulang dari Tanah Suci. Dianjurkan
membaca doa dulu sebelum meminumnya.
Dr. Masaru Emoto dan Air Zamzam
Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa
merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk. Semakin kuat
konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa
mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain.
Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air
putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap
musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi
ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya,
lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si
sakit.
(baca juga : https://msulhan.wordpress.com/2013/03/25/rahasia-penyembuhan-dengan-al-quran-berdasarkan-penelitian-ilmiah/ )
Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5%
air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih
galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah,
agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang
meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan
kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi
akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota
didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang
meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas!..
Molekul Air Apakah Ini?
Di sebuah hotel di kota Kualalumpur, Malaysia, Dr.
Masaru Emoto dari Universitas Yokohama, Jepang, memaparkan hasil
risetnya mengenai air yang ditulisnya dalam buku “The True Power of Water.”
Sejumlah slide kristal molekul air dari berbagai sumber, seperti air
dari mata air, sungai, laut, telaga dsb. ditayangkan pada kesempatan
itu.
Di bawah ini adalah gambar molekul atau kristal AIR
ZAM-ZAM, rangkaian bentuk heksagonal-nya sangat indah, cemerlang
berkilau dan penuh warna ketika dibacakan ayat yang mulia.
Ada satu kristal air yang nampak paling indah dan
cantik, berbentuk seperti bunga atau cakra, bagaikan bertahta berlian
mutu manikam, berkilau-kilau memancarkan belasan warna. “Molekul air apakah ini?” Tanya Masaru Emoto.
Suasana mendadak senyap, hadirin nampak terpana dan
tak tahu persis kristal molekul apa gerangan. Namun tiba-tiba seorang
dosen dari Universitas Malaysia mengacungkkan tangan, “mungkin itu adalah molekul air Zamzam.” Katanya.
Dr. Masaru Emoto balik bertanya, “mengapa Anda berpendapat bahwa itu adalah molekul air Zamzam?”
Kata dosen itu, “Sebab air Zamzam adalah air yang
paling mulia di dunia ini, jadi wajar kalau ia memiliki molekul berupa
berlian yang berpendar indah.”
Ternyata dugaan dosen itu benar. Itu memang air
Zamzam. Penelitian Dr. Masaru Emoto telah menunjukkan bahwa air Zamzam
memiliki molekul air paling cantik dan indah di antara air lainnya.
Dr. Masaru Emoto ilmuan Jepang sejak 1994 kesimpulan risetnya:
-
Air zamzam memiliki kemampuan penyembuhan yang luar biasa, atas izin Allah.
-
Air zamzam memiliki struktur molekul air yang unik bila dibandingkan air-air seluruh dunia. Air zamzam dalam bentuk kristal menghasilkan struktur indah heksagonal (segi enam) yang cantik, indah, bak kilau berlian yang memancarkan lebih dari 12 warna.
-
Kristal air zamzam bila diiringi hal-hal positif (doa dan bacaan al Qur’an). Tapi kristal akan pecah tak beraturan, bila diiringi hal-hal yang bersifat negative.
-
Sifat kualitas positif molekul kristal karena pengaruh lingkungan (haji, umrah, munajat doa, dan bacaan Al-Quran) di sekitar Ka’bah tiap hari sepanjang masa.
Laboratorium Eropa oleh Tariq Hussain, insinyur kimia, Peneliti Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum, Jedah, menyimpulkan:
-
Air zamzam melalui proses penyaringan alamiah yang sangat unik, yakni melalui bebatuan dan gurun pasir yang berlapis-lapis.
-
Kandungan mineral dan elemen lainnya dengan jumlah fantastis, sekitar 2.000 miligram per liter, biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Di antaranya, sodium (250), kalsium (200), potassium (20), magnesium (50) sulfur (372), bicarbonate (366), nitrat (273), fosfat (0,25), clan ammonia (6).
-
Kadar Kalsium dan garam Magnesiumnya lebih tinggi dibanding sumur lainnya, berkhasiat untuk menghilangkan rasa haus dan efek penyembuhan.
-
Kandungan zat fluorida yang berkhasiat memusnahkan kuman-kuman tubuh manusia.
-
Air Zamzam selalu bebas dari kontaminasi kuman, karena lingkungan sumur terjaga alami.
-
Saat musim kemarau semua sumur di sekitar Mekah kering, tapi sumur zamzam tetap berair, sepanjang zaman dan musim. Faktanya rata-rata 50 juta liter air Zam-zam di ambil untuk jamaah haji sedunia, tidak termasuk umrah di luar bulan haji.
-
Sumber mata air sumur zamzam secara alami mengalir, tanpa bantuan mesin/sedot pensuplai air. Saat dilakukan pencarian sumber mata airnya, peneliti berkata “Alhamdulillah, Saya temukan dia! Pasir halus menari-nari di bawah telapak kakiku. Dan air itu keluar dari dasar sumur”.
-
Sumur air zamzam tak pernah ditumbuhi lumut maupun mikroorganisme, beda dengan sumur umumnya di seluruh dunia, sehingga ke-steril-an air zamzam tetap terjaga.
-
Permukaan air yang keluar dari dasar sumur sama besarnya sebelum pemompaan/pengambilan air. Dan aliran air yang keluar, besarnya sama di setiap titik, di semua area. Ini menyebabkan permukaan sumur itu relatif stabil.
-
Komposisi dan rasa kandungan garamnya selalu stabil, selalu sama dari sejak terbentuknya sumur ini. “Rasanya” selalu terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu datang tiap tahun. Tak pernah ada yang complain.
-
Air zamzam ini tak pernah dicampur bahan kimia apapun.
-
Dalam bukunya “The True Power of Water” yang laku keras di Jepang dan Amerika tersurat bagaimana air zamzam memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa.
Terakhir
Penelitian oleh sarjana anti Islam, yang bertujuan merendahkan martabat air zamzam, selalu gagal.
Sampel riset tersebut dari kalangan Islam maupun non Islam, hasilnya sama, sebuah mukjizat
Hasil foto satelit/NASA menyimpulkan sumur zamzam
ternyata terhubungkan dengan Laut Merah atau Laut Mati yang bersatu
menuju satu titik di bawah Kakbah
Sumur air zamzam adalah sumur abadi yang telah berumur lebih dari 4.000 tahun peninggalan nabi Ibrahim.
Penelitian di atas sesuai dengan isi Al-Quran, Hadits maupun pengalaman:
“Sebaik-baik air di permukaan bumi adalah air zamzam. Padanya ada makanan yang menyegarkan dan penawar bagi segala penyakit”. (Hadits)
“Air Zamzam, tergantung niat orang yang meminumnya.” (Hadits Shahih kitab Irwa-ul Ghalil).
“Air Zamzam sesuai dengan niat ketika meminumnya.
Bila engkau meminumnya untuk obat, semoga Allah menyembuhkanmu. Bila
engkau meminumnya untuk menghilangkan dahaga, semoga Allah
menghilangkannya…” (Hadits hasan li ghairihi. Kitab Shahih Targhib wa Tarhib)
“Selama 30 hari, aku (Abu Dzar Al-Ghifari) tidak
mempunyai makanan kecuali air Zamzam. Aku menjadi gemuk dan lemak
perutku menjadi sirna. Aku tidak mendapatkan dalam hatiku kelemahan
lapar.” (HR Muslim)
“Sesungguhnya demam adalah dari panas Neraka Jahanam, maka dinginkanlah/kompres dengan air atau air Zamzam” (HR Bukhari)
Demikianlah ulasan tentang sumur Zamzam, semoga bermanfaat. (USB/MINA/MAS)
No comments:
Post a Comment